DJPU — Executive Decision Dashboard
DJPU
Executive Decision Dashboard
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara — Command Center Nasional · Direktorat · Wilayah · UPT
--:--:-- WIB
Siaga — 6 Isu Perlu Keputusan
Status Data: Prototipe ini menggabungkan Command Center Nasional & Dashboard Direktorat/Wilayah/UPT ke satu tampilan eksekutif, disusun selaras dengan SIAGA AVIASI Master Plan 2026–2035 Bab 1 (9 Pilar Integrasi Visi, 12 Tujuan Strategis, 11 domain Business Capability Map). Nilai KPI saat ini masih data simulasi — integrasi ke sumber data riil (AVSEC, e-Licensing, SPI, AirNav, layanan publik) menyusul di Fase 2 sesuai roadmap.
PERLU PERHATIAN PIMPINAN
Peta Status Bandar Udara — Skematik
FOKUS: SEMUA DOMAIN
Operasional Normal Perhatian / Kendala Ringan Gangguan Signifikan
Tren Kinerja Nasional
12 BULAN TERAKHIR
9 Pilar Integrasi — Visi Platform SIAGA AVIASI
BAB 1 · MASTER PLAN 2026–2035

AirNav Indonesia menjadi salah satu sumber data paling penting bagi SIAGA AVIASI, mencakup layanan ATS, CNS, AIS, MET (berkoordinasi dengan BMKG), dan SAR Information. Namun tidak seluruh data operasional ATC direkomendasikan diambil secara real-time — sebagian bersifat operationally sensitive dan memiliki pembatasan akses.

Pendekatan yang disarankan: DJPU mengintegrasikan hanya domain data yang dibutuhkan sebagai regulator untuk pengawasan, analitik, dan pengambilan keputusan — bukan mengambil alih fungsi operasional AirNav. Tiap sistem sumber tetap menjadi system of record di instansinya masing-masing.

⚠ Keputusan ruang lingkup data perlu persetujuan pimpinan sebelum kickoff Fase 2 — lihat Antrian Keputusan di bawah.
Frekuensi Integrasi per Domain Data
API AIRNAV → SIAGA AVIASI
Domain DataFrekuensi Sinkronisasi
Arsitektur Integrasi — NADE
NATIONAL AVIATION DATA EXCHANGE
NADE — API Gateway / Enterprise Service Bus
Lapisan integrasi bersama, bukan pengambilalihan sistem sumber
SIAGA AVIASI — Platform Regulator DJPU
Pengawasan · Analitik · Pengambilan Keputusan

NAWI menyinergikan seluruh data meteorologi penerbangan BMKG — METAR, TAF, SIGMET, AIRMET, siklon tropis, abu vulkanik, petir, radar, dan citra satelit — ke dalam satu lapisan Decision Support System bagi regulator. BMKG tetap menjadi otoritas dan system of record untuk peramalan dan pengamatan cuaca sesuai mandatnya; SIAGA AVIASI mengonsumsi data tersebut melalui API untuk keperluan pengawasan berbasis risiko, peringatan dini, dan pengambilan keputusan eksekutif — bukan menggantikan fungsi peramalan BMKG.

Rancangan mengacu pada ICAO Annex 3 (Meteorological Service for International Air Navigation), Annex 11, Annex 14, Annex 19, ICAO Doc 8896, ICAO Doc 4444 (PANS-ATM), standar WMO Aviation Meteorology, serta regulasi BMKG dan Satu Data Indonesia.

⚠ Ruang lingkup 20 kategori data & prioritas API integration menunggu persetujuan pimpinan sebelum kickoff Fase 2 — lihat Antrian Keputusan di bawah.
Status Cuaca Bandara — NAWI
METAR REAL-TIME · SAMPEL 12 BANDARA
🟢 Normal🟡 Caution🟠 Alert🔴 Critical
Arsitektur Integrasi — BMKG → NAWI
API BMKG → SIAGA AVIASI
NAWI Data Hub — Ingestion, QC & Standardisasi Annex 3
Normalisasi METAR/TAF/SIGMET/AIRMET, GIS layering, AI risk engine
SIAGA AVIASI — Executive & Early Warning
Airport Weather Status · Flight/Airport Risk Score · Notifikasi Pimpinan
SIGMET / AIRMET Aktif
DAMPAK PENERBANGAN
Sistem Peringatan Dini (Early Warning)
TRIGGER OTOMATIS

Flightradar24 menyediakan data posisi pesawat berbasis ADS-B/MLAT yang dihimpun secara crowd-sourced dari jaringan receiver publik dan komersial. Data ini berguna sebagai situational awareness tambahan — misalnya memverifikasi apakah penerbangan benar-benar terdampak (delay/diversion/holding) saat SIGMET, AIRMET, atau status cuaca bandara Alert/Critical aktif di NAWI.

Data Flightradar24 bukan sumber resmi regulator dan tidak menggantikan data AirNav Indonesia (ATM/ATS/CNS) maupun BMKG (MET) yang menjadi system of record SIAGA AVIASI. Cakupan ADS-B publik juga dapat memiliki gap di sebagian wilayah timur Indonesia yang minim receiver.

⚠ Ketersediaan integrasi API resmi (Flightradar24 Business/Enterprise data feed) dan lisensi penggunaan perlu dikonfirmasi terpisah sebelum dipakai sebagai input analitik otomatis.
Akses Cepat — Live Traffic per Bandara
MEMBUKA FLIGHTRADAR24.COM DI TAB BARU

KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) adalah investigator independen, bukan regulator. Sesuai kemandirian investigasi kecelakaan (ICAO Annex 13/19), data KNKT tidak digunakan untuk operasional ATC atau pengambilan keputusan operasional penerbangan — melainkan untuk Safety Oversight, Risk-Based Oversight (RBO), State Safety Programme (SSP), Safety Performance Indicator (SPI), Lessons Learned, dan Predictive Safety Analytics dalam SIAGA AVIASI.

Modul ini disebut NASI — National Aviation Safety Intelligence. KNKT tetap menjadi system of record untuk seluruh data investigasi — SIAGA AVIASI tidak boleh mengubah atau mengelola data investigasi KNKT, dan tidak menarik seluruh dokumen investigasi internal. Yang diintegrasikan hanya informasi yang telah menjadi domain publik atau dibagikan lewat mekanisme resmi antar-instansi: final investigation report, safety recommendation, status tindak lanjut, statistik, dan lessons learned.

⚠ Integrasi dilakukan melalui API/pertukaran data resmi sesuai nota kesepahaman & ketentuan peraturan perundang-undangan — ruang lingkup akhir menunggu persetujuan pimpinan sebelum kickoff Fase 2.
Frekuensi Integrasi per Domain Data KNKT
API KNKT → SIAGA AVIASI (NASI)
Domain DataFrekuensi Sinkronisasi
Arsitektur Integrasi — KNKT → NASI
SYSTEM OF RECORD → SYSTEM OF INTELLIGENCE
NASI — Safety Intelligence Integration Layer
Semantic search, Root Cause tagging, Similar Accident Detection, Knowledge Graph
SIAGA AVIASI — Risk-Based Oversight & SSP
Executive Summary · Recommendation Compliance · Predictive Safety
Root Cause Analysis — Distribusi
SAMPEL AGREGAT KNKT
Safety Recommendation Tracking
OPEN · IN PROGRESS · OVERDUE · CLOSED
No. RekomendasiJudulPenerimaPrioritasStatus

Saat ini DJPU, AirNav Indonesia, operator bandara, maskapai, MRO, dan lembaga pendidikan penerbangan umumnya belum memiliki intelijen SDM nasional yang mampu memprediksi kebutuhan personel secara proaktif — sehingga sering terjadi kekurangan personel di satu lokasi dan kelebihan di lokasi lain, atau keterlambatan regenerasi karena lisensi dan masa pensiun tidak dipantau sistematis.

Modul ini mengubah perencanaan SDM dari pendekatan reaktif menjadi predictive workforce planning: memantau personel aktif, kompetensi & lisensi, supply (lulusan Poltekbang/ATO) vs demand (kebutuhan industri), proyeksi pensiun, hingga rekomendasi pelatihan dan rekrutmen nasional — guna memastikan ketersediaan personel kompeten pada waktu dan lokasi yang tepat demi keselamatan penerbangan.

⚠ Catatan penamaan: dokumen sumber menyarankan akronim "NAWI" untuk modul ini, namun akronim tersebut telah dipakai modul cuaca (National Aviation Weather Intelligence) pada dashboard ini — modul SDM diberi nama AWFI (Aviation Workforce Intelligence) agar tidak tumpang tindih.
Frekuensi Integrasi per Domain Data SDM
SUMBER → SIAGA AVIASI (AWFI)
Domain DataFrekuensi Sinkronisasi
Arsitektur Integrasi — AWFI
DATA SOURCE → WORKFORCE INTELLIGENCE
AWFI Data Hub — Supply-Demand Matching & AI Forecasting
Gap Analysis, Retirement Forecast, Training Recommendation Engine
SIAGA AVIASI — Executive Alert & Early Warning SDM
Workforce Sustainability Index · Rekrutmen Nasional · Notifikasi Pimpinan
Workforce Gap Analysis — Supply vs Demand
SAMPEL PER JABATAN KRITIS
JabatanSupplyDemandGap
Retirement Forecast
% PERSONEL PENSIUN PER HORIZON
Regional Workforce Heatmap
🟢 SURPLUS · 🟡 CUKUP · 🟠 KEKURANGAN · 🔴 SANGAT KRITIS
ProfesiWilayah BaratWilayah TengahWilayah Timur
Executive Alert System — SDM
CRITICAL · WARNING · INFORMATION · RECOMMENDATION
Indeks Kepatuhan per Domain
Peringkat Kinerja Bandara
Log Peristiwa Terkini
SEMUA
● Pratinjau Fase 4 — belum terhubung data riil
Tanyakan kondisi nasional dalam bahasa sehari-hari
Modul ini sebelumnya berstatus "belum dibangun" pada Blueprint Strategis. Pratinjau di bawah menunjukkan pola tanya-jawab yang akan tersedia setelah fondasi data (Fase 1–3) selesai — jawaban saat ini dihitung dari data simulasi yang sama dengan panel di atas, bukan dari sistem sumber riil.
Pertanyaan Cepat
Mesin jawaban: pencocokan pola sederhana di sisi klien atas data KPI, antrian keputusan, dan roadmap yang sama dengan dashboard ini. Setelah integrasi data riil (Fase 2), lapisan ini akan digantikan model bahasa yang membaca langsung dari gudang data terstandardisasi.
#Tujuan StrategisDasar AcuanIndikator pada DashboardStatus
Sumber tujuan & dasar acuan: SIAGA AVIASI Master Plan 2026–2035, Bab 1 — Visi, Tujuan Strategis, dan Business Capability Map (Dokumen 1 dari 33).